| Benarkah Otak kanan lebih hebat dari otak kiri? |
|
| Ditulis oleh Administrator | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kamis, 08 Oktober 2009 13:08 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Benarkah otak kanan lebih hebat dari otak kiri? (Refleksi atas pemahaman yang salah tentang belahan otak kanan & otak kiri)
Intro diatas adalah beberapa hal yang terjadi juga di sekitar kita. Harapan saya dari refleksi ini, mengembalikan kepada kita semua, bahwa Tuhan Sang Pencipta memberikan kita otak yang utuh dengan kedua belahan yang memang berbeda fungsinya dan saling bersinergi satu sama lain yang menghasilkan daya pikir baik itu intelegensi, emosi dan spiritual serta perilaku manusia. Yang perlu kita lakukan adalah bersyukur dan memahami bagaimana menggunakan kedua belahan otak kita secara bijak dan benar.
Penemuan Roger W Sperry
Roger W Sperry mengemukakan bahwa otak manusia terdiri dari belahan kiri dan kanan, di mana masing-masing belahan otak tersebut mempunyai fungsi yang berbeda. Tugas belahan kiri paling utama adalah untuk bahasa (verbal) termasuk kata-kata, logika, matematika, urutan, analisis, dll sedangkan tugas belahan kanan berfungsi selain dari bahasa (nonverbal) yang meliputi kreativitas, irama, kesadaran ruang, imajinasi, melamun, warna, dll
Seseorang yang dominan belahan kiri, biasanya akan:
Seseorang yang dominan belahan kanan, biasanya akan:
Dengan tegas, saya katakan disini bahwa kita hanya punya satu otak, yang terbagi menjadi dua belahan yaitu Left hemisphere (belahan kiri) yang merupakan PUSAT BAHASA (VERBAL) yang menjadi fungsi rasional dan Logika, dan Right hemisphere (belahan kanan) yang fungsinya selain dari fungsi verbal yang ada pada otak kiri, seperti : kreatif, irama dll. Kedua belahan otak ini dihubungkan oleh serabut saraf yang disebut corpus collosum yang menyebabkan terhubungnya 'pesan' antara kedua belahan otak ini. Disini Roger W Sperry menggunakan istilah hemisphere yang berarti 'belahan'. Dan hemisfer disini juga tidak pada keseluruhan dari belahan (hemisfer) otak tersebut tapi hanya pada bagian-bagian tertentu dari belahan (hemisfer) otak ini, yang saya istilahkan sebagai folder dari sebuah hardisk otak yang sangat besar seperti folder-folder yang ada pada hardisk komputer. Ini saya tegaskan agar tidak terjadi salah anggapan selama ini yang menyebut dua otak yaitu otak kanan dan otak kiri.
Sebagian orang terlalu menyederhanakan kesimpulan tersebut atau melihatnya sebagai sesuatu yang ekstrem, yang menciptakan pemisahan dalam berpikir yang tidak didukung riset dan literatur yang benar. Bahkan ada yang muncul yang menggambarkan garis pemisah antara “cara lama otak kiri” dan “pendekatan terbaru otak kanan”. Yang ada hanyalah pilihan dimana belahan yang satu lebih “DIAKTIFKAN” dan yang lainnya tidak. Tidak ada pembelajaran yang efektif yang hanya di satu sisi saja. Yang lebih tepat adalah penggunaan KEDUA BELAHAN OTAK yang jauh lebih hebat, karena otak kita interaktif sifatnya.
Karya orisinal dari Roger William Sperry, Ph.D. yang menemukan perbedaan fungsi antara belahan otak kiri dan kanan, tetap valid sampai hari ini. Tetapi menjaga penemuan itu tetap berada dalam perspektif yang benar itu yang tidak mudah.
Memasuki era 1990an, mulai ditemukan alat-alat yang canggih yang dapat meneliti organ dalam tubuh maupun otak manusia. Dan hal-hal luar biasa yang ditemukan dalam riset untuk mengungkap misteri otak manusia tidak lepas dari adanya alat-alat canggih seperti MRI, PET dan SPECT. Jika sebelum tahun 1990, para ilmuwan menggunakan otak yang telah mati untuk melakukan riset, maka dengan alat ini mereka bisa melakukan test pada otak orang yang hidup. Dan bisa melihat sampai ke tingkat sel-sel otak karena alat-alat tersebut bisa melihat ketipisan hingga 1/1000 tipisnya rambut manusia.
Dengan alat-alat ini juga berhasil diketahui, bahwa 80% dari pengetahuan mengenai otak yang diketahui sebelum tahun 1990 adalah salah. Jadi apa yang sudah diketahui selama bertahun-tahun oleh para ilmuwan mengenai otak manusia hanya 20% saja yang benar. Ini benar-benar merubah ilmu pengetahuan di abad ini mengenai otak manusia.
Otak kita yang tidak seimbang (asimetris)
Tentang otak kiri
Apakah musik itu merupakan aktivitas pada otak kanan? Pikirkan lagi! Para peneliti neuroscience menemukan bahwa para musisi memproses musik sampai pada tingkat yang lebih besar dibagian belahan otak kiri, sementara mereka yang bukan musisi memprosesnya lebih pada belahan otak kanan. Seorang seniman dalam merancang karya seni, mereka mengikuti logika dan aturan mereka sendiri tentang bentuk, warna dan suara. Karena agar karya mereka dapat diterima orang banyak, harus ada pertimbangan secara logika, detail dan proporsional. Agar menghasilkan karya seni yang bagus, harus melibatkan belahan kiri & kanan secara seimbang.
Tentang Otak kanan
(Karena itu, saya tergerak untuk menyusun teknik pengajaran berdasarkan cara kerja otak yang sangat berguna bagi para guru, dosen, fasilitator, trainer dan anak-anak Indonesia. Anda bisa baca teknologi Quantum Genius hasil rancangan saya di www.best-camp.com.)
Apakah otak kanan lebih baik daripada otak kiri?
Memang peran belahan kanan sangat bagus dalam hal kreativitas, intuisi, penemuan ide bisnis, inspirasi baru, imaginasi dan pemikiran baru. Namun, bukan berarti belahan otak kanan lebih penting daripada belahan otak yang kiri, ataupun sebaliknya. Satu hal yang perlu kita ingat bahwa hasil otak kanan untuk menjadi yang sepertinya ide brilian, kreatif, imaginasi, inspirasi, perlu ditindaklanjuti oleh PEMIKIRAN KRITIS OTAK KIRI yang benar-benar KRITIS, bukan sekedar hanya berpikir biasa seperti anda berpikir sehari-hari, sehingga menghasilkan karya yang gemilang (Eureka).
Sehingga kedua-duanya sangat penting, karena itu keduanya harus DIKEMBANGKAN secara SEIMBANG dan SENGAJA agar fungsi masing-masing belahan berjalan seimbang dan saling menguatkan. Jika hanya terfokus pada salah satu belahan maka belahan yang kurang berkembang akan terhambat dan tidak berkembang dalam menjalankan fungsinya. Seseorang akan menjadi miskin kreativitas bila ia lebih banyak dirangsang untuk menggunakan belahan otak kirinya saja, tetapi seseorang tidak dapat dikatakan kreatif saat dia menggunakan otak kanan saja karena sesuatu yang dikatakan kreatif karena dilakukan atau dieksekusi/ action, dimana hal ini dilakukan oleh otak kiri. Sebaliknya jika fungsi belahan otak kanannya yang “katanya” lebih kerap digunakan (dominan) maka tidak ada tindakan atau action seperti yang telah disebutkan diatas tadi dalam kehidupan sehari-hari.
Jadi masalahnya bukan pada otak kanan, atau otak kiri yang lebih hebat. Tapi bagi mereka yang dominan otak kiri, agar mengaktifkan juga belahan otak kanan dalam bekerja, berpikir atau beraktifitas, demikian juga sebaliknya. Lebih ringkasnya adalah apabila belahan otak yang lebih lemah dilibatkan untuk bekerja secara bersamaan dengan belahan yang sudah aktif, maka akan tercipta kemampuan dan efektifitas otak yang 5 hingga 10 kali lebih tinggi dari sebelumnya.
Hampir setiap waktu, kedua belahan otak kita aktif
Sebenarnya apapun yang anda lakukan, berbicara misalnya, anda selalu mengakses otak kanan & otak kiri anda. Contoh: saat mendengarkan seseorang berbicara, hal ini mengaktifkan otak kiri (pengertian berbahasa), berdasar pengetahuan yang kita peroleh selama ini, bagian kiri memproses kata-kata, definisi dan bahasa. Pada saat seperti ini, penelitian terbaru dari Neuroscience, membuktikan bahwa belahan otak kanan juga aktif untuk memproses, modulasi nada, tempo dan volume dari komunikasi tersebut. Unsur yang sebenarnya, lebih penting dari kata-kata itu sendiri.
Setelah menulis paragraph diatas, saya jadi ingat sewaktu masih kecil ibu saya memanggil nama saya dengan tipe nada yang berbeda. Saat memanggil saya, “Markus…” dengan nada rendah sambil membawa sesuatu, berarti kabar gembira buat saya, mendapat hadiah atau makanan. Tapi saat memanggil saya dari dalam rumah, “Markus…”, dengan suara yang keras diiringi nada tinggi di akhir kata, itu berarti ibu saya marah besar pada saya. Satu kata yang sama, namun dengan nada yang berbeda memiliki arti yang sangat berbeda, dimana nada tadi ditentukan oleh belahan otak kanan dan pemahaman kata yang disampaikan oleh ibu saya tadi oleh otak kiri.
Yang Benar: Gunakan kedua belahan otak Anda
Pesan saya: gunakan dan selalu libatkan kedua belahan otak anda sesering mungkin. Ingatlah selalu: “Dua belahan otak lebih hebat dari pada satu sisi otak saja”
Salam Excellent,
Powered by Bestcamp 1.0
1.0 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||



